Menteri Perdagangan Pastikan Harga Sembako Normal

Redaksi
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto
Bogor, Media Target Jabar - “Melalui operasi pasar yang digelar bersama jajaran terkait, ingin memastikan harga sembako menjelang lebaran,Melalui operasi pasar semua harga bahan pokok masih stabil,seperti harga gula di Bogor benar-benar telah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), Rp 12.500 per kg. Tak ingin stok gula di pasar itu berkurang, akan terus memasok gula 1 kg sebanyak 12 ton per hari, hingga menjelang lebaran nanti,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Ditengah tengah panas teriknya matahari Menteri Perdagangan yang Mengenakan kaus polo berwarna putih, ia tampak sigap mengambil kantong-kantong gula berukuran 1 kg, lalu menyerahkannya kepada warga yang mengantre di pasar untuk mendistribusikan gula pasir ke masyarakat di Pasar Baru Bogor, Jawa Barat.

Sehari sebelumnya, Agus juga terlihat turun langsung memimpin operasi pasar di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten. Jika di Pasar Baru Bogor, Agus cuma memasok 12 ton gula per hari, di Tangerang ia menyebutkan akan mengguyur gula pasir kemasan 1 kg sebanyak 24 ton per hari hingga mendekati Idul Fitri.

Menggandeng produsen gula PT Sungai Budi Group, Agus memastikan guyuran gula di kedua kota tersebut akan didistribusikan kepada para pedagang di pasar-pasar rakyat.

Operasi pasar Sembako secara serentak memang telah dilakukan di berbagai kota. Perum Bulog, juga jajaran pemerintah daerah di sejumlah kota telah bergerak melakukan langkah serupa.

Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, melalui program pasar murah, masyarakat dalam kategori tak berpunya malah bisa menebus gula pasir dengan harga Rp 2.500 per kg.

Melalui operasi pasar yang dilakukan secara masif seperti saat ini, harga gula yang sebelumnya melonjak hingga Rp 17.500, diharapkan akan bisa kembali normal.

Agus optimus langkah seperti ini akan efektif utk menjaga Melonjaknya harga Sembako

Di tengah penurunan daya beli masyarakat, upaya memperbanyak operasi pasar justru sangat penting dilakukan. Selain untuk menekan inflasi, operasi pasar juga mampu menyetabilkan harga dan memastikan konsumsi rumah tangga tak terganggu.

Melalui operasi pasar yang dilakukan pemerintah, daya beli masyarakat diharapkan akan tetap terjaga. Dengan demikian, ekonomi bisa tetap berputar dan konsumsi rumah tangga tidak menjadi berkurang.

Hingga saat ini pemerintah masih terus berupaya memasok kebutuhan gula masyarakat, termasuk dengan cara melakukan importasi.

Tiga perusahaan BUMN, Perum Bulog, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dipastikan akan turut memasok komoditi ini dengan total volume 150 ribu ton.

Selain importasi yang dilakukan perusahaan BUMN tadi, sebelumnya pemerintah juga telah menetapkan impor gula kristal mentah untuk diolah menjadi gula konsumsi sebanyak 521.052 ton.(Red)
Share:
Komentar

Berita Terkini